Hai Eduvers (Education Lovers) ... kali ini Ma'am Oz akan berbagi Praktik Baik dan kolaborasi Inovasi Pembelajaran Digital untuk Mewujudkan Kurikulum Merdeka dengan Berbagi Praktik Baik Lintas Provinsi Jambi-Aceh bersama Komunitas Belajar KKG Mini SDN 90/II Talang Pantai Bungo.
Setelah selesai membuat Rencana Aksi Sahabat Teknologi, Ma'am Oz pun segera mengambil langkah nyata, agar kegiatan berbagi dan berkolaborasi ini bisa terlaksana dengan maksimal.
Apa saja ya, persiapan yang Ma'am Oz lakukan untuk Berbagi Praktik Baik dan bagaimana pelaksanaannya? Lanjut baca ya Eduvers.
Berbagi Praktik Baik Lintas Provinsi Jambi-Aceh Bersama Kombel KKG Mini SDN 90/II Talang Pantai Bungo
1. Persiapan
a. Menghubungi Kepala Sekolah Kombel KKG Mini SDN 90/II Talang Pantai untuk meminta izin untuk menjadi narasumber dalam komunitas belajar di sekolah beliau. Alhamdulillah, direspon baik dan kami pun menentukan dan menyepakati hari dan tanggal yaitu hari Minggu, 20 Oktober 2024 pukul 19.30 Wib.
b. Menguhubungi Duta Teknologi Jambi 2023 untuk menjadi keynote speaker serta menginfokan hari dan tanggal serta waktu yang telah disepakati. Alhamdulillah juga Bapak Kemas Sudirman bersedia untuk meluangkan waktunya memberikan sambutan pada kegiatan tersebut.
c. Mempersiapkan flyer, narasi, link virtual meeting, link absen serta WA grup peserta kegiatan.
d. Menghubungi narasumber dari Provinsi Aceh untuk saling berkolaborasi dan berbagi praktik baik serta menginfokan waktu, hari dan tanggal kegiatan.
e. Menyiapkan pembawa acara dan doa untuk acara pembukaan
f. Menyebarkan flyer di media sosial seperti WA Grup, Facebook, Instagram, Tiktok, dan Thread.
2. Pelaksanaan
3. Berqrinoc (Berinovasi dengan QR Code, Implementasi Station Learning dan Mengolah MPI dari Canva
Berawal dari kegelisahan saya terhadap kurangnya motivasi peserta didik dalam belajar mata pelajaran Bahasa Inggris membuat saya ingin memanfaatkan media pembelajaran digital dan menemukan model pembelajaran yang dapat mengaktifkan peserta didik dalam belajar di kelas. Saya pun ingin memperkenalkan platform digital untuk pembelajaran kepada peserta didik karena mereka masih belum mengenal platform pembelajaran dan terbiasa memanfaatkannya untuk belajar. Selain itu juga karena peserta didik tidak semuanya yang memiliki handphone android.
Dari latar belakang dan hambatan di atas saya ingin menggunakan media yang dapat digunakan peserta didik tanpa harus menginstal aplikasi tertentu ke dalam handphone mereka, sehingga QR Code menjadi jawabannya karena hanya perlu di scan. Untuk proses scanning pun tidak harus menginstal aplikasi tertentu, tetapi bisa menggunakan google lens yang tersedia pada fitur pencarian google.
Setelah mempelajari beberapa model pembelajaran dalam modul 5 pada pelatihan Pembatik Level 2 saya memutuskan menggunakan model pembelajaran Station Learning yang menurut saya dapat mengaktifkan peserta didik selama pembelajaran bahasa Inggris dengan materi Describing Endemic Animals. Saya pun menentukan tujuan pembelajaran, konten materi, lembar kerja peserta didik waktu per stasiun dan yang terakhir membuat modul ajarnya.
Kemudian, setelah menentukan media dan model pembelajaran saya menyiapkan materi berupa gambar yang saya unggah ke google drive, teks yang saya ambil linknya dan video cara mendeskripsikan hewan langka yang saya upload ke youtube channel saya.
Selanjutnya setelah persiapan saya selesai saya menerapkan pembelajaran tersebut ke kelas IX.
Untuk Multimedia Pembelajaran Interaktif yang saya buat pada level 3 saya mengolah MPI dengan menggunakan Canva. Alasan saya menggunakannya karena mudah dibuat dan linknya bisa saya ubah menjadi QR Code dan bisa digunakan tanpa menginstal aplikasi tertentu sehingga bisa diakses peserta didik dengan mudah.
3. Refleksi
Setelah menerapkan pembelajaran dikelas dengan media QR Code dan model pembelajaran Station Learning, saya menyaksikan sendiri peserta didik sangat aktif baik dalam mempelajari materi pada stasiun-stasiun yang saya siapkan dan pada saat berdiskusi, mereka mengaku sangat penasaran dengan QR code yang di tempel di dinding dan pembelajaran menjadi lebih menarik. Peserta didik mulai mengenal platform digital yang digunakan selama pembelajaran dan meski terkendala hanadphone android saya membuat mereka belajar secara berkelompok dan menunjuk satu peserta didik yang memiliki handphone android sehingga mereka tetap bisa berkolaborasi selama diskusi kelompok.
Kemudian, setelah saya berbagi praktik baik tentang "Berqrinoc" saya sangat senang karena peserta webinar tertarik mempelajari cara membuat QR Code sehingga meminta dipraktikkan ulang cara membuatnya.
Meskipun, terkendala jaringan dan laptop tidak mengurangi semangat saya untuk berbagi kepada peserta Webinar karena dengan berbagi saya dapat bermanfaat bagi orang lain apalagi jika peserta webinar dapat mengadopsi dan menerapkan praktik baik saya pada pembelajarannya di kelas.
4. Penutup
Setelah melakukan kegiatan webinar hari pertama ini, saya menyadari bahwa untuk dapat berbagi bisa dilakukan dengan berbagai cara baik secara tatap muka maupun secara daring. Selain itu ada beberapa keterampilan yang perlu saya tingkatkan dari segi menyiapkan kegiatan secara daring yaitu memastikan jaringan yang stabil, laptop yang memadai dan rencana cadangan jika terjadi sesuatu hal.
Semoga untuk kegiatan Daring berikutnya saya dapat menyiapkan lebih baik lagi dari sebelumnya.
Sampai bertemu lagi pada Sharing Praktik baik berikutnya, pantengin terus ya Eduvers!!!
Menyala bu oz
BalasHapus